Minggu, 22 Mei 2016

My Planning

Rencana hidup Saya banyak sekali sebenarnya hehehe… jadi beberapa akan saya tulis.
Saya berencana dekat waktu ini yaitu dengan menyelesaikan Penulisan Ilmiah Saya demi menunaikan tugas akhir kuliah Saya. Setelah menyelesaikan tugas akhir tersebut Saya berencana untuk memperbaiki beberapa nilai Saya yang kurang baik akan tetapi setelah lulus dari siding dari kampus.

Setelah semua urusan di kampus seselai dengan memuaskan bagi Saya, Saya akan mencari pekerjaan yang seusai dengan kemampuan Saya. Setelah itu Saya akan lebih giat untuk bekerja agar mendapatkan prestasi dan menaikkan jabatan Saya. Diwaktu yang sama juga Saya akan membantu keluarga dan menyenankan Ibu Saya yang sangat Saya sayangi.


Sepertinya itu dulu rencana awal Saya yang kecil itu, dan semoga dapat terealisasikan.. sekian dan terimakasih

Pagi Hari Saya

Dalam penulisan ini, Penulis membuat tulisan demi memenuhi tugas yang diberikan kepada penulis. Penulis akan membuat penulisan tenanting keseharian Penulis.
Saya merupakan anak pertama dari 3 bersaudara dan saya anak pertama. Tiap pagi Saya harus mengantar adik-adik Saya pergi ke sekolah mereka masing-masing. Awalnya untuk bangun pagi saja sulit sekali, namun ini merupakan sudah tanggung jawab Saya sebagai kakak mereka  jadi Saya harus mengantar mereka. Saya sekeluarga tinggal di pinggiran kota Jakarta. Pastinya sudah tidak asing lagi jika mendengar Jakarta apa lagi kondisi jalan raya di Ibu Kota ini. Jakarta merupakan kota termacet di negara ini.

Adik saya yang perempuan kelas 1 SMA dan adik saya yang laki-laki kelas 6 SD. Pertama saya mengantar adik saya yang laki-laki terlebih dahulu. Untuk pergi ke tempat sekolah adik saya yang SD ini tidak jauh dan tidak padat konisi jalannya, jadi tidak terlalu melelahkan. Nah, setelah mengantar adik saya yang SD selanjutnya mengantar adik saya yang SMA. Adik saya ini yang agak jauh dan kondisi jalannya sangat tidak menyenangkan bagi saya hehehe… kondisinya sangat tidak bisa diduga dan jika macet terkadang karna hal sepele yaitu seperti karna Angkutan Umum yang berhenti sebarangan  dan ini sangat menyebalkan. Pagi-pagi harus sesetress ini… sangat memuakkan kadang bagi saya mengahadapi kondisi jalan di Jakarta yang sangat macet..


Tapi terkadang entah mengapa kondisi jalan lebih sepi dibandingkan kondisi jalan seperti biasanya, ini merupakan saya anggap rejeki ckckck.. yaa jadi seperti itulah sedikit curhatan saya.. Sekian dan terimakasih...

Sabtu, 21 Mei 2016

Manajemen Sumber Dana dan Penggunaan Dana

SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA BANK

Penyaluran dana dengan tujuan untuk memperoleh penerimaan akan dapat dilakukan apabila dana telah dihimpun. Keberhasilan suatu Bank dalam memenuhi maksud itu dipengaruhi antara lain oleh hal-hal berikut ini :
  1. Kepercayaan masyarakat pada bank yang bersangkutan
  2. Perkiraan tingkat pendapatan yang akan diperoleh (expected rste of return) oleh penyimpan dana lebih tinggi dibanding pendapatan dan alternative investasi lain dengan tingkat resiko yang seimbang
  3. Resiko penyimpan dana
  4. Pelayanan yang diberikan oleh bank kepada penyimpan dana

Sumber Penghimpunan Dana
Pada dasarnya suatu bank mempunyai 4 alternatif untuk menghimpun dana untuk kepentingan usahanya, yaitu :

a. Dana Sendiri
Meskipun untuk suatu usaha bank proporsi dana sendiri ini relative kecil dibandingkan dengan total dana yang dihimpun atau total aktivanya, namun dana sendiri ini tetap merupakan hal yang penting untuk kelangsungan usahanya. Pentingnya proporsi dana sendiri ini dibuktikan dengan adanya ketentuan dari bank sentral yang mengatur tentang proporsi minimal modal sendiri dibandingkan dengan total nilai Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), yang lebih dikenal dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio—CAR). Berdasarkan UU Nomor 7 tahun 1992, bank umum dapat melakukan mobilisasi dana dengan cara melakukan emisi saham dan obligasi melalui bursa efek di Indonesia.

b. Dana dari Deposan
Pada dasarnya sumber dana dari masyarakat dapat berupa giro (demand deposit), tabungan (saving deposit), dan deposito berjangka (time deposit) yang berasal dari nasabah perorangan atau badan.

1) Giro
Rekening giro (checking account)
Simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menerbitkan cek untuk penarikan tunai atau bilyet giro untuk pemindahbukuan.
Cek
Perintah tak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat penyerahannya atas beban rekening penarik cek.
Bilyet giro
Merupakan perintah kepada bank untuk memindahbukukansejumlah tertentu uang atas beban rekening penarik tanggal tertentu kepada pihak yang tercantum pada bilyet giro tersebut dan bilyet giro dapat dibatalkan secara sepihak oleh penarik disertai dengan alas an pembatalan.
Jasa giro
Suatu imbalan yang diberikan oleh bank kepada giran atas sejumlah saldo gironya yang mengendap di bank.

2) Deposito Berjangka
Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai tanggal yang diperjanjikan antara deposan dan bank.

3) Tabungan
Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat tertentu yang disepakati, dan tidak dengan cek atau bilyet giro atau alat lain yang dapat dipersamakan dengan itu.
4) Cara lain penghimpunan dana dari deposan
Persaingan yang ketat dalam penghimpunan dana antarbank telah memunculkan produk-produk baru dalam penghimpunan dana. Produk-produk baru tersebut antara lain :
  • Sertifikat deposito
Sertifikat deposito merupakan hasil pengembangan dari deposito berjangka. Sertifikat deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperjualbelikan.
  • Deposit on Call
Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan pemberitahuan terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan antara pihak bank dengan nasabah.
  • Rekening giro terkait tabungan
Ditinjau dari tingkat bunganya nasabah lebih menyukai tabungan, namun ditinjau dari cara penarikannya, nasabah cenderung lebih menyukai rekening giro. Nasabah cenderung untuk mempertahankan saldo rekening giro serendak mungkin sepanjang dapat memenuhi kebutuhan transaksinya.

Dana Pinjaman
Dana pinjaman yang diperoleh bank dalam rangka menghimpun dana antara lain dapat berupa:
1) Call money
Call money merupakan sumber dana yang dapat diperoleh bank berupa dana pinjaman jangka pendek dari benk lain melalui interbank call money market.
2) Pinjaman antarbank
Kebutuhan pendanaan kegiatan usaha suatu bank dapat juga diperoleh dari pinjaman jangka pendek dan menengah dari bank lain.
3) Kredit Likuiditas Bank Indonesia
Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) adalah kredit yang diberikan oleh Bank Indonesia terutama kepada bank yang sedang mengalami kesulitan likuiditas.
Sumber Dana Lain
Sumber penghimpun dana dapat juga berasal dari sumber-sumber lain yang tidak dapat digolongkan dalam jenis dana diatas.
1) Setoran jaminan
Dana yang wajib diserahkan nasabah untuk menerima jasa-jasa tertentu dari bank.
2) Dana transfer
Pemindahan dana yang berupa pemindahbukuan antarrekening, dari uang tunai ke suatu rekening, atau dari suatu rekening untuk kemudian ditarik tunai.
3) Surat Berharga Bukan Uang
Surat-surat berharga jangka pendek yang dapat diperjual belikan dengan cara didiskonto oleh Bank Indonesia.
4) Diskonto Bank Indonesia
Penyediaan dana jangka pendek oleh BI dengan cara pembelian promes yang diterbitkan oleh bank-bank atas dasar diskonto.

Penggunaan Dana
Dana yang berhasil dihimpun oleh bank akan menjadi beban bila dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha alokasi untuk tujuan-tujuan yang produktif.

Pertimbangan penggunaan dana :
1)      Risiko dan Hasil
2)      Jangka Waktu dan Likuiditas

Alternatif Penggunaan Dana :
a. Cadangan Likuiditas
Cadangan likuiditas ini terdiri dari 2 kategori :
1)      Cadangan primer
Aktiva ini ditujukan untuk memenuhi ketentuan reserve requirement yang ditentukan oleh bank sentral dan juga untuk kegiatan sehari-hari.
2)      Cadangan sekunder
Ditujukan untuk memenuhi likuiditas jangka pendek yang sebelumnya dapat diperkirakanseperti penarikan simpanan dan pencairan kredit serta memperoleh penerimaan.
b. Penyaluran Kredit
Penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi kewajibannya setelah jangka waktu tertentu.
c. Investasi
Alokasi dana pada aktiva dengan rate of return yang cukup tinggi selain dapat berupa penyaluran kredit, dapat juga berupa investasi.
d. Aktiva Tetap dan Inventaris
Tergolong sebagai aktiva yang tidak produktiv dalam menghasilkan penerimaan dan oleh Bank Indonesia dipandang sebagai aktiva yang resikonya cukup tinggi.

Kebijakan Penghimpunan dan Penggunaan Dana
Risiko yang terkait dengan usaha bank pada dasarnya berasal dari sisi aktiva maupun passive. Risiko tersebut meliputi :
1)      Risiko likuiditas
2)      Risiko Kredit
3)      Risiko investasi
4)      Risiko operasi
5)      Risiko kecurangan
6)      Risiko fidusiari

Pengelolaan Aktiva dan Passiva
Pengelolaan aktiva dan passive suatu bank selalu memperhatikan karakteristik dari penghimpunan dana pada sisi passive dan berlaku juga sebaliknya.
a. Penghimpunan dana yang mempertimbangkan aspek
  • Biaya administrative
  • Biaya bunga
  • Strategi/cara/metode
  • Diversivikasi
  • Jangka waktu dan likuiditas
  • Portofolio dan kaitannya dengan penggunaan dana

Pendekatan Dasar Pengelolaan Aktiva Tetap
Pendekatan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
  1. Pool of Funds
  2. Asset Allocation atau Conversation of Funds

Likuiditas Bank
Likuiditas suatu bank mempunyai peranan penting dalam pengelolaan bank. Likuiditas diperlukan antara lain untuk keperluan :
  1. Pemenuhan aturan reserve requirement atau cadangan wajib minimum yang ditetapkan bank sentral
  2. Penarikan dana oleh deposan
  3. Penarikan dana oleh debitor
  4. Pembayaran kewajiban yang jatuh tempo

Suatu bank dianggap likuid apabila :
  1. Mempunyai sejumlah alat-likuid yang dapat memenuhi kebutuhan likuiditasnya sesuai dengan waktunya
  2. Mampu memperoleh tambahan alat likuid sesuai kebutuhan dengan berbagai macam cara dari asset yang likuiditasnya rendah menjadi alat-alat likuid.
Dalam rangka memenuhi likuiditasnya, bank dapat menggunakan beberapa pendekatan :
  1. Commercial Loan Theory
  2. Asset Shiftability Theory
  3. Doctrine of Anticipated Income Theory
Indikator Likuiditas :
  1. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga
  2. Rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga
  3. Rasio surat berharga jangka pendek terhadap total surat berharga

KREDIT PERBANKAN
Kredit yang dimaksud adalah pemberian fasilitas pinjaman. Pinjaman kas adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya yang tidak memerlukan syarat-syarat khusus dalam penarikannya.

Pinjaman Tunai (Cash Loan)
Berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Pertimbangan Penyaluran Dana
Hal-hal yang selalu ingin diketahui bank sebelum menyalurkan dananya dalam bentuk kredit maupun pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah:
  • Perizinan dan legalitas
Bentuk-bentuk perizinan dan legalitas yang harus dipenuhi debitor sangat bervariasi tergantung pada bidang kegiatan atau usaha nasabah, antara lain:
Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Angka Pengenal Eksportir Terbatas
Surat Izin Tempat Usaha
Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi
Sertifikat Tanah
Tanda Daftar Perusahaan
  • Karakter
Untuk menilai karakter suatu nasabah dan meramalkan perilakunya dimasa yang akan datang, bank hanya dapat menggunakan beberapa indicator, antara lain adalah:
Profesi
Penampilan
Lingkungan social
Pengalaman
Tindakan atau perilaku di masa lalu
  • Pengalaman dan manajemen
Pengalaman dan manajemen nasabah sangat memengaruhi kemampuan nasabah untuk mengelola kegiatannya sehingga dapat menghasilkan dana untuk membayar kewajibannya kepada bank.
  • Kemampuan teknis
Factor-faktor yang dapat memengaruhi kemampuan teknis nasabah dalam menjalankan kegiatannya adalah:
Tersedianya bahan baku
Adanya tenaga ahli
Ketersediaan mesin dan peralatan
Tempat usaha yang memenuhi syarat
Ketersediaan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan
Tingkat penguasaan teknologi
  • Pemasaran
Apabila nasabah tidak berhasil menjual produknya, nasabah akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya kepada pihak bank.
  • Social
Keberadaan kegiatan yang  yang dibiayai oleh bank sedikit banyak pasti membawa dampak tertentu terhadap masyarakat. Pihak bank harus ekstra hati-hati apabila dampak yang ditimbulkan adalah sesuatu yang tidak disukai oleh masyarakat.
  • Keuangan
Sehat dan tidak sehatnya keadaan usaha nasabah dapat dilihat salah satunya melalui keadaan keuangannya, dan keadaan keuangan nasabah dapat dilihat melalui laporan keuangannya.
  • Agunan
Agunan tambahan
Barang yang dibiayai oleh dana dari bank.
Agunan tambahan
Barang yang tidak dibiayai bank oleh dana bank dan bukan bagian banrang yang digunakan untuk kegiatan operasional nasabah.

Jenis Kredit Atas Dasar Tujuan Penggunaan
Atas dasar tujuan penggunaan dananya oleh debitor, kredit dapat dibedakan menjadi:
  • Kredit Modal Kerja (KMK)
Kredit yang digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja nasabah. Ditinjau dari jangka waktunya, KMK terdiri atas dua macam:
KMK-Revolving
KMK-Einmaleg
  • Kredit Investasi (KI)
Kredit yang digunakan untuk pengadaan barang modal jangka panjang untuk kegiatan nasabah.
  • Kredit Konsumsi
Kredit yang digunakan dalam rangka pengadaan barang atau jasa untuk tujuan konsumsi, dan bukan sebagai barang modal dalam kegiatan usaha nasabah.

Kolektibilitas Kredit
Setiap fasilitas kredit mempunyai tingkat kemungkinan realisasi pembayaran bunga dan pokok oleh debitor dan tingkat kolektibilitas yang berbeda-beda. Maka kualitas kredit digolongkan menjadi lancer, dalam perhatian khusus, kurang lancer, diragukan, dan macet. Menurut criteria:
  • Prospek usaha (perlu juga memperhatikan upaya debitor dalam rangka memelihara lingkungan hidup)
  • Kinerja performance debitor
  • Kemampuan membayar

Kredit Kepada Usaha Kecil dan Mikro
Kredit usaha kecil adalah kredit yang diberikan kepada nasabah usaha kecil dengan kredit maksimum Rp. 250 juta untuk pembiayaan usaha yang produktif. Usaha yang produktif adalah usaha yang dapat memberikan nilai tambah dalam menghasilkan barang dan jasa. Karakteristik kredit kepada usaha kecil dan mikro secara umum adalah:
  • Memerlukan persyaratan agunan yang lebih lunak
  • Memerlukan metode monitoring kredit uang khusus
  • Cenderung menimbulkan biaya pelayanan kredit yang cukup tinggi
  • Memerlukan persyaratan persetujuan kredit yang lebih sederhana

Kerjasama Pemberian Kredit Kepada Usaha Kecil dan Mikro
Berbagai macam alternative bentuk kerjasamayang dapat dikembangkan oleh bank dalam penyaluran kredit kepada usaha kecil dan mikro antara lain dapat berupa:
  • Pinjaman langsung dari bank
  • Pembiayaan bersama (point financing)
  • Penyaluran kredit (canneling)
  • Anjak piutang (factoring)
  • Penerbitan SPBU


Minggu, 10 April 2016

Curhatan Yang Belum Tentu Bermanfaat Dan Jelas :v

Kali ini Penulis akan membuat sebuah tulisan demi menyelesaikan tugas yang diberikan kepada Penulis. Baik, langsung saja ke tulisannya dan tanpa berbeli-belit menggunakan bahasa yang kaku ckckck..

Gue mau nulis apa aja yang udah gw alamin, pandangan gue dan segala hal buat menuhin ini tulisan :v . Gue awali dengan media informasi yang ada di Negara kita yang tercinta ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama bagian pertelevisiannya. Banyak acara-acara yang kurang baik menurut gue, hmmm nanti kalo gue nulis kata yang kasar malah di pidanakan sama orang iseng :v , jadi ya pake kata halus cenderung berantakan saja wkwkwk.. balik lagi ke acara tv, kenapa gue bilang banyak yang kurang baik? Karena menurut gw pertelevisian di Negara ini banyak dipenuhi dengan acara yang hanya mementingkan rating. Jadi, nilai-nilai moral atau apalah itu namanya jadi dikesampingkan demi mendongkrak rating yang tinggi. Iya sih salah satu tujuan dari acara tv rating, tapi bukan berarti menomor satukan rating dan yang lainnya dikesampingkan. Gue gak tau siapa yang salah dan siapa yang benar, banyak media yang gak jujur menurut gw. Banyak intervensinya, banyak kepentingannya, banyak apa-apanya dah sekarang. Makanya gw udh gak tau informasi darimana yang bener, ya meskipun gw masih bisa nyaringnya. Tapi kan gak semua penonton itu kalangan berpendidik atau mempunyai pikiran yang kritis bukan? Media bisa saja memprovokasi salah satu pihak atau kelompok. Maka dari itu ya Negara harus ikun andil dalam menyelesaikan salah satu masalah yang ada di Negara ini.

Hmmm.. segini dulu aja tulisan gw, ya berhubungan lagi di semester akhir. Ada tugas akhir yang harus diselesaikan, jadi untuk cerita selanjutnya ditunggu aja kalo ada tugas iseng kaya gini haha.. semoga yang baca bisa memaafkan kesalahan penulis dalam menulis yaa… salam damai, salam super dan salam apa aja yang bisa kalian terima J

Minggu, 13 Maret 2016

KOMPUTER PERBANKAN


Perbankan
            Dari sumber yang di baca oleh Penulis, definisi dari Perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (menurut Undang-Undang  RI Nomor 10 Tahun 1998). Dan masih banyak lagi defini dari berbagai ahli, namun Penulis hanya memberikan 1 contoh saja. Perbankan mempunyai banyak fungsi, dan fungsi-fungsi tersebut yaitu:

·         Agent of trust
Dasar utama kegiatan perbankan adalah kepercayaan (trust), baik dalam hal menghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat mau menitipkan dananya di bank apabila dilandasi adanya unsur kepercayaan. Masyarakat percaya bahwa uangnya tidak akan disalahgunakan oleh bank, uangnya akan dikelola dengan baik, bank tidak akan bangkrut , dan pada saat yang telah dijanjikan simpanan tersebut dapat ditarik kembali dari bank. Pihak bank sendiri akan mau menempatkan atau menyalurkan dananya pada debitur atau masyarakat apabila dilandasi adanya unsur kepercayaan. Pihak bank percaya bahwa debitur tidak akan menyalahgunakan pinjamannya, debitur akan mengelola dana pinjaman saat jatuh tempo, dan debitur mempunyai niat baik untuk mengembalikan pinjaman beserta kewajiban lainnya pada saat jatuh tempo.

·         Agent of Development
Kegiatan perekonomian masyarakat di sektor moneter dan di sektor riil tidak dapat dipisahkan. Kedua sektor tersebut selalu berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sektor riil tidak akan dapat berkinerja dengan baik apabila sektor moneter tidak bekerja dengan baik. Kegiatan bank berupa penghimpunan dan penyaluran dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi-distribusi-konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.

·         Agent of Service
Di samping melakukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakat. Jasa ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian secara luas. Jasa ini antara lain dapat berupa jasa pengiriman uang, penitipan barang berharga, pemberian jaminan bank, dan penyelesaian tagihan.

Dari pengertian diatas, penulis menyimpulkan bahwa perbankan adalah badan usaha yang menawarkan jasa keuangan dan tentunya dengan perizinan yang tentunya sudah di berikan terhadap pemerintah setempat untuk mengelola uang yang di percayakan terhadap masyarakat atau nasabah demi keuntungan kedua belah pihak.

Komputer Perbankan
            Setelah penulis memberikan pengertian terhadap bank, maka selanjutnya komputerisasi dalam dunia perbankan saat ini. Menurut pengalaman penulis, semua hadir dengan kemampuan teknologi informasi tiap-tiap perbankan. Contohnya saja ATM, kartu kecil yang berisi semua data nasabah dan tentunya data saldo yang di miliki oleh nasabah terdapat dalam kartu ATM yang di milikinya. Tiap data pastinya tersimpan di dalam database yang dimiliki tiap perbankan. Ini merupakan salah satu perkembangan dunia perbankan menurut penulis demi mempermudah kelancaran bertransaksi.
            Selain ATM, ada juga e-banking (electronic banking). Dalam perkembangan jaman yang pesat dan serba online, perbankan juga meningkatkan kualitasnya dengan menghadirkan e-banking. E-banking lebih mempermudah proses transaksi, yaitu dengan membuka situs atau aplikasi yang disediakan nasabah maka proses transfer akan sangat berjalan dengan mudah dan tidak merepotkan. Tanpa harus pergi ke tempat mesin ATM. Itulah salah satu kemajuan perbankan dalam bidang komputer.

Sumber: