Kamis, 18 Oktober 2018

Gambaran Audit Sistem Informasi




Latar Belakang
  Audit Sistem Informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu.
  Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemerikasaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan improvement. Proses auditing telah menjadi sangat rapi di Amerika Serikat, khususnya pada bidang profesional accounting association. Akan tetapi, baik profesi audit internal maupun eksternal harus secara terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan dan memperluas teknik, karena profesi tersebut akan menjadi tidak mampu untuk mengatasi perkembangan dalam teknologi informasi.
Secara garis besar perlunya pelaksanaan audit dalam sebuah perusahaan yang telah mempunyai keahlian dalam bidang teknologi informasi yaitu antara lain:
  • Kerugian akibat kehilangan data.
  • Kerugian akibat kesalahan pemrosesan komputer.
  • Pengambilan keputusan yang salah akibat informasi yang salah.
  • Kerugian karena penyalahgunaan komputer (Computer Abused)
  • Nilai hardware, software dan personil sistem informasi.
  • Pemeliharaan kerahasiaan informasi


Tujuan
Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama, yaitu:
  • Conformance (Kesesuaian) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu : Confidentiality (Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Availability (Ketersediaan) dan Compliance (Kepatuhan).
  • Performance (Kinerja) - Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : Effectiveness (Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).



Gambaran Umum
Semua jenis audit mengikuti urutan aktivitas yang sama dan bisa dibagi menjadi 4 langkah :
  1. Perencanaan Audit
  2. Pengumpulan bukti audit
  3. Evaluasi bukti audit
  4. Komunikasi hasil audit

Perencanaan Audit
  1. Menentukan cakupan dan tujuan
  2. Organisasi tim audit
  3. Mempelajari operasi usaha
  4. Mempelajari hasil audit sebelumnya
  5. Identifikasi faktor resiko
  6. Menyiapkan program audit

Pengumpulan Bukti Audit
  1. Observasi aktivitas operasional
  2. Mempelajari dokumen
  3. Diskusi dengan karyawan dan kuesioner
  4. Pengujian fisik atas aset
  5. Konfirmasi dengan pihak ketiga
  6. Mengukur ulang kinerja prosedur
  7. Memeriksa dokumen sumber
  8. Pengujian analitis dan sampling

Evaluasi Bukti Audit
  1. Mengukur Kualitas pengendalian Intern
  2. Mengukur reliabilitas informasi
  3. Mengukur kinerja operasi
  4. Mempertimbangkan kebutuhan bukti -
  5. tambahan
  6. Mempertimbangkan faktor resiko
  7. Mempertimbangkan faktor materialitas
  8. Dokumentasi temuan audit

Komunikasi Hasil Audit
  1. Formulasi kesimpulan audit
  2. Membuat rekomendasi bagi manajemen
  3. Mempresentasikan hasil audit kepada manajemen 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar